Ketika Sel Punca dalam Citra

Ketika sel punca dalam citra

“…setelah steroid, sel punca akan menjadi pengganti sebagai obat dewa…” begitu jawab saya dalam satu sesi tanya jawab acara ilmiah beberapa waktu lalu. Selama melakukan sel terapi pada penyakit penyakit no optional treatment banyak kejadian tak disangka sangka dilaporkan kepada saya sebagai peneliti klinis terapi sel ini.

Seorang pasien merasa tidur menjadi nyenyak setelah pemberian sel punca. Pasien lain merasa nyeri pinggang nya hilang. Ada juga pasien yang tadinya kulitnya kering menjadi lebih lembab. Yang menarik adalah kelelakian seorang pria menjadi superior setelah pemberian sel punca itu…wow

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah sebegitu hebatnya sel punca itu? Apakah terapi sel itu betul betul obat dewa yang mampu mengobati segala penyakit? Apakah betul penyakit yang sudah di katakan tidak ada obatnya bisa diobati dengan sel punca? Lalu bagimana dengam komplikasinya? Apa betul tidak ada komplikasi sama sekali?
Seabrek pertanyaan itu muncul dari pihak yang cons ditengah tengah tarik menarik pihak pro dan cons.

“…semua pro cons diantara penerapan sel punca pada berbagai penyakit tergantung pada tiga hal yaitu keahlian diagnosis dokter subspesialisnya, laboratorium yang memproses sel nya dan protocol implantasi selnya…” jawab saya singkat dalam lanjutan diskusi yang masih dalam acara ilmiah yang sama.

“…Kualifikasi dokter yang dapat melakukan implantasi adalah dokter yang subspesialis yang memiliki kemampuan yang presisi (precision medicine) sesuai dengan era sekarang yang adalah era precision medicine.” Lanjut saya.

” …Laboratorium yang memproduksi sel punca tentunya laboratorium yang memiliki standard cara pembuatan sel yang baik yang sudah bersertifikat CPO(SP)B…” saya menambahkan mengenai laboratorium. Dan menurut saya setiap laboratorium produksi sel punca harus dipantau ketat oleh autoritas yang berintegritas.

“…Protokol implantation tentu yang sudah teruji memiliki kecenderungan menciptakan hasil yang baik tanpa komplikasi yang membahayakan. FKUI-RSCM sedang membuat dan melaksanakan beberapa protokol siap dilakukan uji klinis. Bahkan sebagian sudah selesai. Dan yang paling utama adalah FKUI-RSCM mengembangkan konsep tatalaksana local implantation atau regional implantation bukan systemic implantation” lanjut saya terkait dengan protocol implantasi yang kami kembangkan.

Sekarang kalau dilihat pencitraan terapi sel punca memang mengarah kepada pencitraan yang kurang tepat kalau tidak mau dikatakan hoax. Banyak para praktisi melakukan praktek sel punca tanpa didasari oleh tiga hal yang saya terangkan diatas. Lalu bagaimana masyarakat merespons pencitraan terapi sel punca yang kurang sesuai tadi? Menurut saya adalah dengan mencerdaskan sosial media masyarakat…sehingga masyarakat paham mana citra yang baik dan mana citra yang tidak baik….

Semoga…

Categories : Info kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *