Kakiku Mengecil…

“…saya tidak bersedia dilakukan operasi dok…saya takut, lalu saya melakukan pengobatan sendiri…” jelas bapak itu sambil memperlihatkan tungkai nya yang memang sudah mengecil.

Tungkai yang dalam jangka waktu lama tidak digunakan memang akan mengalami atrofi. Artinya terjadi pengkerutan kulit, penipisan lapis lemak, pengecilan massa otot dan pengeroposan tulang. Semua kejadian itu terjadi pelan pelan dan bertahap.

“…pinggang saya nyeri dan kedua tungkai saya lemah. Dokter bedah tulang belakang telah menvonis saya saraf terjepit dan menyarankan dilakukan operasi ..” kembali bapak itu menjelaskan.

“…lalu??? sekarang gimana pak??..” saya mempertegas keputusan bapak itu. Dengan wajah tertunduk dan kadang menerawang saya melihat sesal di wajah bapak itu. Mungkin dia menyalahkan dirinya sendiri, atau bisa pula dia menyalahkan keputusan dokter sebelumnya yang tidak bisa “memaksa” dia ke meja operasi. Yang pasti si bapak itu merasa bingung. Mau gimana lagi.

“…bapak gak usah merasa bersalah. Apa yang terjadi sekarang menurut saya adalah keputusan terbaik. Operasi belum tentu juga keputusan terbaik…” tambah saya menenangkan kegusaran bapak itu.

“Setelah melihat pemeriksaan MRI yang baru saja bapak lakukan dan dibandingkan dengan pemeriksaan MRI yang dulu dilakukan memang terlihat penekanan bertambah pada saraf ditempat yang sama. Rekomendasi saya adalah sebaiknya tetap dilakukan prosedur operasi untuk membebaskan saraf dari tekanan…” saya menjelaskan kemajuan kasus yang dialami bapak itu.

Saya sangat memahami bahwa sebagai dokter pada kasus ini saya adalah konsultan bapak itu. Saya berusaha menjelaskan fenomena apa yang terjadi sesungguhnya pada tungkai yang mengecil. Lalu saya juga menjelaskan opsi opsi yang dapat dilakukan dengan capaiannya termasuk benefit, keuntungan, kerugian, dan bahkan komplikasinya.
Tidak ada hak seorang konsultan untuk memaksakan suatu opsi pada seorang pasien meskipun secara teoritis opsi yang ditawarkan adalah opsi terbaik.

Dilematisnya adalah apabila opsi terbaik itu menyangkut “life saving” atau hidup mati seseorang, pada kondisi ini cerita ini menjadi lain.

“Baik dokter…opsi opsi yang dokter tawarkan dan berbagai pertimbangan sudah saya pahami…izinkan saya untuk berdiskusi kembali dengam keluarga besar. Mudah2an langkah terbaik dapat saya ambil. Semoga Allah SWT memberi jalan terbaik bagi kesehatan saya..” dengan lega si bapak menerima penjelasan saya yang dengan cepat saya balas dengan turut mendokan.

Semoga cepat sehat pak…jalan terbaik dapat di tempuh menuju sehat yang paripurna…aamiin ya rabbal alamiin…

Categories : Pengalaman saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *