Harapan seorang istri pasien lumpuh…

Kalau Anda melihat seseorang yang sekitar 8 bulan terkapar di tempat tidurnya, lemah, tidak bisa menggerakkan sama sekali kedua tungkainya, tidak bisa mengendalikan BAB dan BAKnya, lalu sekarang hadir di depan Anda membanggakan bahwa sekarang dia sudah bisa berjalan kaki, sudah bisa BAB, sudah BAK dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain; tentunya perasaan Anda senang bukan main bukan?

Ya betul itu lah yang terjadi pada saya yang senang luar biasa ketika pak Yun kontrol ke saya setelah 8 bulan yang lalu saya lakukan operasi pembebasan saraf tulang belakang dan penyambungan tulang belakang yang patah. Pak Yun ini mengalami kecelakaan lalu lintas 8 bulan lalu di Sukabumi ketika dia dan keluarganya masuk juranng yang mengakibatkan kelumpuhan total pada kedua tungkainya, tidak bisa BAB dan BAK. Pada saat itu saya menjumpai patah tulang belakang yang hebat setinggi pinggang. Beruntung keluarga bersedia dilakukan operasi segera pada saat itu, walaupun sempat dirawat inap oleh dukun patah beberapa hari di Sukabumi.

Bahagia seorang dokter dan bangga melihat nasib baik akhirnya berpihak pada pasien yang ditangani merupakan suatu anugerah tersendiri.

‘Alhamdulillah… saya sangat senang dok melihat suami saya sudah bisa berjalan lagi. Sudah bisa mandiri BAB dan BAK tanpa bantuan saya. Tapi sebagai pasangan muda yang masih punya kebutuhan ‘lain’ saya masih uring-uringan…. Maaf ya dok… saya wanita muda yang masih normal…’ saya menangkap masih ada kekurangan yang dirasakan oleh ibu ini yang saya perkirakan masih berumur 20 an tahun. Tanpa memperjelas kebutuhan lain yang dimaksud oleh isteri pasien, saya menangkap bahwa Pak Yun mungkin masih memiliki masalah dengan ereksi.

Saya pikir ini suatu tantangan bahwa ketika kita berhasil menghindarkan seseorang dari suatu masalah, maka harapan pasien dan keluarganya biasanya ingin lebih, barangkali dapat dimaklumi. Saya merasa tantangan isteri Pak Yun adalah suatu hal yang perlu saya jawab….

‘Baik bu…. saya akan diskusikan dengan tim therapy sel punca di UPT Teknologi Kedokteran Sel Punca RSCM. Saya pikir dalam dua minggu ini saya dapat jawaban. Dan masalah ini dapat kita atasi’ Demikian jawaban sementara saya pada ibu muda itu. Saya merasa optimis kami dapat membantu pak Yun dan Isterinya.

Disfungsi ereksi karena trauma memang masih jarang ditemukan karena banyak para ibu-ibu muda tidak seterbuka isterinya pak Yun. Saya beruntung ketemu pak Yun dan isterinya yang mau terbuka berkeluh kesah apa adanya sehingga kami dapat memetakan masalahnya dan tentu saja berharap RSCM sebagai rumah sakit rujukan yang memiliki demikian banyak fasilitas dapat menerima tantangan ini….

Delapan bulan ke depan saya ingin dapat bisikan gembira dari isteri pak Yun…. pak Yun telah bisa berdiri komplit….

Semoga saja…..

Categories : Pengalaman saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *