“…Reviewer sebagai Penjaga Gawang Terakhir?..”

Sebanyak kurang lebih dua puluh satu karya tulis penelitian yang dilakukan oleh para peserta didik setingkat magister ada di meja saya untuk saya review.

Satu persatu saya pelajari mulai dari halaman pertama bertuliskan judul sampai halaman terakhir berisikan lampiran. Saya merasa berdosa bila satu halaman saja luput dari dari pengamatan saya.

Saya teringat pada salah seorang guru saya seorang guru besar sekaligus ketua program studi doktoral masa saya mengikuti program doktoral dulu, yang selalu memperhatikan kata demi kata karya tulis yang saya buat. Bahkan kesalahan ketik satu huruf saja mendapat perhatian beliau.

Kini…. saya ingin mencontoh ketelitian beliau, ketelatenan beliau. Meskipun akan menyita waktu dan tentu saja akan banyak terjadi koreksi pada karya tulis itu, saya pikir masukan yang sebenarnya sangat diperlukan atas kesahihan karya tulis itu, menjadi sangat penting apa lagi karya tulis itu nantinya akan menjadi bahan rujukan bagi penelitian selanjutnya…

Tidak bisa dipungkiri memang bahwa dari sekian banyak karya tulis itu akan dijumpai karya tulis yang berbobot bernilai tinggi dan tentu saja juga terdapat karya tulis yang bahkan sangat tidak bermutu.

Lalu… fakta ini mau diapakan?

Akankah peneliti dengan karya penelitian tidak bermutu ini akan berakibat penundaan kelulusan sang peserta didik? Perdebatan akan muncul ketika sebagian kita berpendapat ‘…adalah cukup bagi peserta didik setingkat magister memiliki pengalaman penelitian saja bagi kelulusannya…’ dan sebagian lain berpendapat ‘…pengalaman meneliti saja tidaklah cukup bagi kelulusan peserta didik itu…’

Saya sedang beretorika pada diri sendiri dimana jawabannya, tentu saja ada pada aturan dan peraturan institusi pendidikan itu sendiri.

Buat saya menjadi reviewer adalah sebuah pekerjaan terhormat dan harus dilakukan dengan dedikasi yang tinggi. Reviewer akan menjadi penjaga gawang terakhir ketika penyimpangan sebuah karya tulis dilakukan baik disengaja maupun tidak disengaja…
Reviewer menurut hemat saya harus melakukan tinjauan kepustakaan acak akan sebuah ide penelitian yang diajukan..

Categories : Pengalaman saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *