Spondylolisthesis dan Sacral Insuficiency pada Aging Cases

Paling tidak ada 2 debat yang saya ikuti di acara Eurospine tahun 2016.
Seperti biasanya debat itu selalu melihat argumen sebuah tatalakasana atas sebuah kasus oleh dua kubu yaitu kubu konservatif (golongan tangan kosong, mengandalkan obat obatan, brace dsb) vs kubu agressive invasive (golongan yang mengandalkan operasi).

Kasus pertama Spondylolisthesis dan kasus kedua Sacral insuficiency ternyata dimenangkan oleh kaum aggessive invasive.

Melihat trend ini saya mulai bertanya:
1. Adakah perubahan trend ini karena sudah semakin berkembangnya tekhnologi kedokteran di banyak negara…?
2. Atau mungkin pula sudah semakin terampilnya para ahli spine di banyak negara.

Nah sekarang kalau kita melihat negara kita Indonesia dengan berbagai permasalahannya saya pikir para kelompok konservatif mungkin lebih banyak dimenangkan dalam perdebatan seperti ini.

Ini barangkali yang disebut sebagau lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya…., semoga saja tidak begitu…

Categories : Cerita saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *