Kelumpuhan dan Hantaran Saraf

Seorang yang mengeluhkan kelumpuhan sesungguhnya memiliki variasi yang berbeda-beda. Yang saya maksud adalah bahwa selalu keluhan kelumpuhan yang terjadi pada seorang penderita diikuti oleh keluhan lainnya yang sesungguhnya tidak disebutkan oleh seorang penderita. Seorang dokter perlu menginventaris masalah lain yang tidak disebutkan oleh penderita tersebut.
Masalah lain itu misalnya adalah baal di sekujur tungkai, tidak bisa mengedan, tidak bisa buang air kecil dan keluhan lainnya yang dirasakan oleh pasien tetapi menjadi tertutupi karena pasien merasa kelumpuhan adalah masalah satu-satunya.

Pada pemeriksaan baik wawancara dan pemeriksaan fisik hal ini perlu di deskripsikan. Untuk mempertajam hasil pemeriksaan fisik dan lebih objektif beberapa pemeriksaan yang sangat penting adalah pemeriksaan pencitraan untuk mendeskripsikan gangguan secara anatomi dan pemeriksaan hantaran saraf untuk mendeskripsikan masalah fungsi.

Beberapa pemeriksaan yang saya sebut terakhir memang membutuhkan biaya yang membuat sebagian besar pasien orang indonesia memilih untuk tidak melakukan pemeriksaan ini.

Pemeriksaan pencitraan selama ini sebagian besar sudah menjadi pemeriksaan rutin seperti pemeriksaan foto rontgen, ct scan dan MRI. Berbeda dengan pemeriksaan hantaran listrik yang selama ini tidak begitu populer di kalangan dokter ahli tulang belakang. Namun informasi yang di dapat dari pemeriksaan hantaran saraf ini menurut saya sangat bermanfaat dalam diangostik maupun memantau pencapaian hasil suatu tindakan seperti operasi.

Pada beberapa kasus yang saya evaluasi pasien-pasien lumpuh total dengan gelombang Sensoric Epoxed Potential (SEP) dan atau gelombang Motoric Epoxed Potential (MEP) positif walaupun jarang dan amplitudonya kecil memberikan harapan setelah operasi kelumpuhannya akan dapat pulih.

Saya rasa pemeriksaan hantaran saraf ini akan menjadi wacana baru dalam mempertajam dan meningkatkan level diagnostik dan level observasi kemajuan capaian klinis pasien dimasa depan.

Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) kami sudah memulai itu, prediction pre operative dengan memasukkan unsur pemeriksaan hantaran saraf ini dapat memperkuat penentuan prognosis sebuah operasi…..

Categories : Pengalaman saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *