Nyeri dan “Bongkok” karena osteoporosis dalam pendekatan tim

Ditulis pada 21 September 2009

Ada seorang ibu muda sangat mengkhawatirkan kondisi ibunya yang sudah bongkok karena “dimakan” umur, namun ibundanya ini masih aktif, belum merasa terganggu dengan kondisinya walaupun kadang-kadang nyeri di sepanjang punggungnya terasa sangat hebat dan dapat hilang dengan obat-obat “pembunuh nyeri”.

Banyak pertanyaaan yang dilontarkan ke saya seputar apa dan bagaimana terjadinya bongkok pada orang tua. Beruntung di sore yang damai menjelang lebaran itu suasana agak sepi. Sambil menunggu beduk berbuka puasa di salah satu rumah sakit di kawasan jakarta selatan saya mulai mengurai satu persatu pertanyaan ibu muda itu.

1. Pertanyaan ibu muda: Apa yang menjadi masalah ibu saya?
Jawaban Saya: Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan sinar x (roentgen), MRI, CT scan, dan BMD saya menyimpulkan bahwa Ibu Anda menderita nyeri dan bongkok akibat proses pengeroposan tulang dan proses penuaan. Nilai BMD ibu anda minus 6 di banyak ruas tulang belakang terutama daerah torakal (punggung atas), saya mengukur sudut bongkok dari roentgen sebesar 85 derajat, saya melihat tanda penipisan korteks ruas tulang belakang dan tidak ada penekanan / penyempitan yang berarti di sepanjang kanal tulang belakang Ibu Anda

2. Pertanyaan ibu muda:Ibu saya juga menderita sakit gula dan darah tinggi, apa ada pengaruhnya?
Jawaban saya: Pengaruh langsung tentunya tidak ada. Namun pengaruh tidak langsung dalam pengertian bahwa dua penyakit ini semakin memperparah kondisi tulang belakang atau penyakit diatas dapat memicu terjadinya pengeroposan tulang belakang di masa lalu ibu Anda.

3. Pertanyaan ibu muda: Bagaimana mengatasi masalah ibu saya?
Jawaban saya: Saya pikir terlebih dahulu kita tentukan apa yang menjadi target penatalaksanaan yang Anda harapkan dari masalah yang ibu Anda alami. Ini sangat penting. Pada kondisi ideal. tentunya kita menginginkan nyeri nya hilang, bongkoknya terkoreksi, kualitas tulangnya normal ( kalau bisa nilai BMD diatas 0 (positif) ), penyakit gula dan hipertensinya nya terkontrol.

4. Pertanyaan ibu muda: Saya dapat mengerti, tentunya saya ingin yang ideal. Apa mungkin?
Jawaban saya: Ya tentu saja mungkin dan peluangnya sangat besar dari sisi ilmu kedokteran dan kemampuan rumah sakit ini mencapai target itu. Kalau memang Anda dan keluarga sudah sepakat maka saya akan mengagendakan pembentukan tim. Tim ini akan secara holistik menangani kasus ibu Anda mulai dari diagnostik, terapi hingga pasca terapi. Di rumah sakit ini kami memiliki suatu tim “spine research society” yang terdiri dari berbagai dokter spesialis. Dalam tim ini lah segala masalah ibu anda dibicarakan dan dicarikan solusinya termasuk tindakan operasi, non operasi, pre dan pasca perawatan rumah sakit. Tim ini dibentuk dan bekerja berdasarkan berat ringannya kasus.

Beduk berbuka memotong tanya jawab kami. Saya masih melihat banyak pertanyaan dari ibu muda itu terutam menyangkut pengeroposan tulang belakang yang menimbulkan bongkok.
Barangkali setelah lebaran pertanyaan ini dapat kembali dilanjutkan sesuai perkembangan penyakit yang dialami oleh Ibu Eni. Sementara saya sarankan untuk memakai penyangga tulang belakang, minum obat-obat anti porotik, suplemen kalsium. Pemberian Hormon replacement therapy masih dalam pemikiran saya mungkin akan saya pertimbangkan setelah lebaran, selain pemberian obat anti nyeri dan mengontrol sakit gula dan hipertensinya.

Sebelum berpamitan saya sempat mengucapkan selamat lebaran dan idul fitri 1430 H, semoga ibu bisa menunaikan ibadah Idul fitri dengan nyaman…
Semoga cepat sembuh ibu….

Categories : Cerita saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *