Sembuhmu adalah Upah Termahalku

Sembuhmu adalah upah termahalku

Jelang tahun baru dalam hawa libur ini tetap ada tanya dari para pasien. Tadinya mau membatasi komunikasi namun tetap tidak bisa.
‘….saya masih punya hutang sama pak dokter…dulu kurang bayar…’ sebuah tulisan dimonitor gadjet usangku. Keliatannya dari pasien yang sdh tidak saya kenal. Awalnya wa itu saya abaikan. Saya kahwatir wa itu adalah modus penipuan. Namun wa itu datang berkali kali sehingga akhirnya saya tanya siapa pengirim pesan itu.

‘…saya pasien Anda…sekarang ini saya sdh sembuh…sdh kembali bekerja…sdh kembali kumpul dengan keluarga…dan senangnya saya sdh punya dikarunia seorang bayi oleh Yang Maha Kuasa….’ kabar melalui wa itu membuat saya tercenung. Mengingat siapakah pasien ini. Yang pasti tentu beliau ini adalah pasien lama. Dan wajar saya sdh lupa.

Dengan sebuah senyum saya ucapkan selamat kepada mantan pasien itu. Selamat menjadi seorang ayah. Dan tentang kurang bayarnya saya katakan… saya sudah ridha dengan hutang piutang yang ada. Gak usah khawatir mohon diterima saja dengan senang hati sebagai bentuk hadiah dari kami.

‘…sembuhmu adalah upah termahalku…’ dengan tulus dan hati senang spenggal frase itu kutulis buat sang bapak muda itu.

Sekali lagi selamat kembali sehat, selamat menjadi bapak…jelang tahun 2017 dengan sehat fisik dan jiwa bagi keluarga.Awan

Categories : Saya dan pasien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *