Menghentikan obat…. haruskah hanya berdasarkan nasehat dokter?

19 Mei 2011

 

“…..kan kontrol saya masih sebulan lagi dok. Saya tidak berani menghentikan obat sebelum bertemu dokter….”jawab seorang ibu yang saya berikan obat untuk mengatasi nyeri tulang belakangnya. Betul apa yang dikatakan ibu Asti. Dia seorang pasien yang patuh. Dan tidak mau mengkonsumsi obat diluar penjelasan dokter. Ibu Asti adalah contoh pasien yang baik, tapi…. Justru ini yang menyebabkan malapetaka itu. Reaksi alergi tipe lambat pada ibu ani menimbulkan masalah pada sebagian daerah kulit dan mukosanya. Bu Asti tipe orang yang sungkan sehingga walaupun saya sudah memberikan nomor telephon agar bisa menghubungin saya ketika ada masalah dengan obat yang saya berikan tetap saja dia tidak mau menelephon padahal gejala gatal, bengkak di daerah lengan dan tungkai perlahan2 bertambah akibat penggunaan obat yang terus dikonsumsi.
Dalam konteks pengobatan sesungguhnya kita mengenal istilah ‘pemberian obat yang rasional’ yang seharusnya diamalkan oleh seorang dokter dan istilah “penggunaan obat yang rasional” yang seharusnya dikerjakan oleh pasien. Ketika seorang dokter dengan keilmuannya menemukan dan menetapkan suatu obat untuk mengatasi masalah seorang pasien dengan dasar “pemberian obat yang rasional” maka pada saat yang bersamaan seorang pasien harus memanfaatkan obat tersebut dengan dasar “penggunaan obat yang rasional”. Dua terminologi ini seharusnya sejalan dan saling berkaitan.
Lalu bagaimana cara menggunakan obat secara rasional? Disini seorang pasien dituntut kritis, cerdas dan mau belajar tentang penyakit dan obatnya. Bergabung dengan komunitas penderita yang sama kadangkala memberikan manfaat bahkan mampu meningkatkan pengetahuan seorang penderita terhadap efek yang diharapkan maupun efek yang tidak diharapkan. Pada kondisi ini penggunaan obat yang rasional akan bisa saling dibagi sehingga seorang seperti ibu asti diatas dapat mengambil keputusan yang tepat ketika efek tidak diaharapkan muncul. Tentunya seorang penderita akan terhindar dari efek obat yang tidak diharapkan.

 

Disalin dari: https://www.facebook.com/notes/rahyus-salim/menghentikan-obat-haruskah-hanya-berdasarkan-nasehat-dokter/10150199330193599

Categories : Info kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *