Brace pada skoliosis

12 Mei 2011

 

“Walaupun saya sudah pakai brace hampir 2 tahun dengan suka dukanya…namun setelah diukur ulang ternyata kurva skoliosis saya tetap saja bertambah. Sebelum menggunakan brace 32 derajat setelah memakai brace 40 derajat…. ” keluh kesah seorang pasien kepada saya. Lain lagi dengan seorang ibu yang juga mengeluhkan hasil kurvanya yang tetap saja bertambah setelah menjalani pengobatan alternative baik jarak dekat maupun jarak jauh.

Fenomena ini saya katakan sebagai kegagalan si tukang obat tersebut. Entah karena ilmunya kurang, kompetensi tidak ada, atau tidak mau tau arti sebuah ‘kontrol after treatment’ dsb.  Kasus inipun juga tidak tergolong sedikit. Catatan saya saja di tahun 2010 terdapat 26 kasus penderita skoliosis yang curhat ke saya dengan masalah yang kurang lebih sama yakni tidak tercapainya harapan sebuah intervensi brace ataupun tukang obat jarak dekat dan jarak jauh.

Lantas bagaimana melihat permasalahan ini? Kata kuncinya sebenarnya ada pada pasien. Dalam hal ini seorang pasien harus berani “bertanya” (berdiskusi) dengan seorang tukang obat (dokter atau lainnya) dan menolak apabila penjelasannya tidak masuk akal. Bila seorang pasien tidak berani berdiskusi dan menyerahkan masalahnya pada tukang obatnya maka ini lah pangkal masalah kegagalan pengobatan.  Kata kunci kedua adalah pasien harus mengerti apa, bagaimana, dan tujuan sebuah intervensi katakanlah pemakaian brace. Saya sangat menganjurkan pasien menggunakan literature approach dalam mencari berbagai pengertian mengenai masalah yang dihadapi. Ketika pertama kali anda bertemu dengan dokter anda kemudian dokter membuat suatu diagnosis lalu membuat perencanaan therapy untuk kasus yang kompliketid dimana Anda merasa ragu maka sangat baik bila anda melakukan literature searching di internet untuk kemudian mendiskusikan nya dengan dokter tersebut. Bila dokternya tidak bersedia Anda bisa mendapatkan dokter yang mau menjelaskan secara keilmuannya. Dokter yang berkecimpung di dunia pendidikan biasanya lebih ‘update’ dalam hal ini.

“….ternyata kita telah malaksanakan yang benar dok….” salah seorang penderita mengirim email saya. Saya cukup senang ada diantara pasien saya sangat antusias dan getol mencari literatur. Akhirnya dia berhasil menemukan suatu rekomendasi para ahli sedunia mengenai penyakitnya. Dan yang jauh lebih penting adalah dia mengerti apa yang terjadi pada dirinya dan bagaimana bersikap menghadapi masalahnya.

 

Disalin dari: https://www.facebook.com/notes/rahyus-salim/brace-pada-skoliosis/10150189696143599

Categories : Info kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *