“Biaya besar operasi skoliosis itu akhirnya semua ditanggungg Kementrian Kesehatan RI” seperti yang ditulis Diah

Pra Op, Operasi dan Pasca Operasi

Submitted by difari on Tue, 08/28/2012 – 22:42

 

Haloo namaku Diah. Aku ketauan scoliosis waktu umur ± 13 thn. Pertama kali di rontgen derjat kelengkungan kalau gak salah sekitar 30an. Waktu itu cuma di suruh olahraga dan berenang. Enam bulan berikutnya diperiksa dan di rontgen lagi tapi gak tau derjatnya berapa. Sarannya masih sama cuma di suruh berenang dan olahraga. Kelas 2 SMU baru diperiksa lagi dan di suruh untuk bikin brace ke Jakarta. Pertama kali pakai brace rasanya aneh jalan jadi kayak robot, punggung tegap dan kaku, kelamaan makai brace jadi sakit, panas dan gak nyaman. Selesai kuliah mulai cari-cari info di internet tentang scoliosis. Aku juga sering berkonsultasi dengan dokter ortopedi di Padang yaitu dr. Roni Eka Syahputra, SpOT.

Aku menemukan MSI di internet dan dari situlah keinginan untuk operasi mulai ada karena sudah banyak yang berhasil. Semua tulisan di website kubaca sampai tamat. Aku menemukan nama dr. Rahyussalim, SpOT (K) Spine.

Waktu ada gempa dan tsunami di Jepang ternyata dr. Rahyussalim, SpOT (K) Spine sedang berada di sana. Aku tau dari sebuah surat kabar harian. Dari situ juga aku tau kalau dr. Rahyussalim orang Padang dan sering ke Padang juga mungkin. Kuhubungi beliau via telp kalau kalau aku punya kesempatan bertemu dengan beliau di Padang, tidak lama setelah itu beliau ke Padang dan kami bertemu RS Siti Rahmah Padang (ternyata dr. Roni dengan dr. Rahyussalim itu saling kenal dan dr. Roni yang memfasilitasiku untuk bertemu dengan dr. Rahyussalim). Alhamdulillah ternyata beliau seorang dokter yang sangat perhatian terhadap pasien meskipun sudah bertitel spesialis. Setelah bertemu dgn dr. Rahyussalim jadi semakin bersemangat untuk operasi. Aku juga menghubungi salah satu pengurus MSI yaitu Bu Trie untuk bertanya segala hal menyangkut operasi scoliosis.

Karna operasi scoliosis termasuk operasi besar jadi biaya yang akan dikeluarkan juga besar. Aku bukan dari keluarga yang kaya tapi untuk keseharian juga tidak kekurangan tapi kalau mengingat biaya operasi scoliosis yang besar aku termasuk golongan yang tidak mampu. Jadinya aku mengurus Jamkesda/Jamkesmas di daerah tempatku tinggal. Kulengkapi semua data data yang diminta sebagai persyaratan untuk mengurus Jamkesda/Jamkesmas. Setelah menunggu beberapa hari keluar lah Askes PJKMU (Pelayanan Jaminan Kesehatan Masyarakat Umum) setara Jamkesda tapi Askes yang mengeluarkan. Akhirnya aku dan Orang Tuaku berangkat ke Jakarta. Aku bertemu dengan dr. Rahyussalim di RSCM dan aku dianjurkan untuk melakukan serangkaian tes untuk persiapan operasi.

Sebelum menjalankan serangkaian tes tersebut, aku memperlihatkan Askes PJKMU ke bagian administrasi dan ternyata itu tidak berlaku di sana. Sebelumnya aku tidak tau kalau Askes PJKMU yang kupunya tidak berlaku di Jakarta dan hanya berlaku di daerah. Kuhubungi dr. Roni yang kebetulan sedang menjalankan pendidikan di Jakarta untuk menanyakan apakah operasi scoliosis bisa dilaksanakan di Padang. Dari jawaban yang diberikan dr. Roni aku menangkap ada keraguan mungkin karna operasi scoliosis belum pernah dilaksanakan di Padang dan juga mungkin karna kekuranglengkapan alat,,tapi sebenarnya dr. Roni mau untuk melakukan operasi di Padang tapi setahun lagi karna harus menyelesaikan pendidikan di Jakarta (kelamaan dok..hehe)…

Ya sudah aku dan Orang Tuaku pasrah, dan berencana balik ke Padang…malamnya aku di telp Bu trie, beliau menanyakan berapa dana yang kupunya dan mengkonsultasikan dengan dr. Rahyussalim apakah dana yang kupunya mencukupi untuk aku bisa operasi. Dr. Rahyussalim bilang yang penting aku di operasi dulu urusan biaya dicarikan jalan keluar nanti. Setelah itu disepakatilah sejumlah biaya yang aku sanggup untuk memenuhinya agar operasi bisa dilaksanakan dan memenuhi standar “aman” untuk pembiayaan sebuah operasi scoliosis. Besoknya aku kembali ke RS untuk menjalani serangkaian tes yang dianjurkan dr. Rahyussalim.

18 Juni 2012

Periksa darah lengkap,,buatku yang nama nya jarum suntik itu menakutkannnnn tapi gak sakit…ku lihat hasilnya ternyata HB 13,1

Ada lagi periksa darah AGD (Analisa Gas Darah)..sama seperti periksa darah yang di atas

19 Juni 2012

Poli Cardiologi/Jantung

Di poli jantung ini ada alat di tempel di dada dan kaki untuk mengukur kecepatan denyut jantung kali ya gak ngerti yang aku tau toleransi cardiologi resikonya ringan sedang.

Poli Neurologi

permintaan untuk ACC tindakan IOM (Intra Operative Monitoring).

20 Juni 2012

Poli Pulmo/Paru

Spirometry Test : aku disuruh ambil nafas panjang dan meniup semaksimal mungkin. Orang yang di situ bilang FVC ku cuma 51,9 tidak memenuhi standar untuk dilakukan operasi karna terlalu rendah Hasil Spirometry itu aku bawa ke dokter paru ternyata kata dokternya FVC ku rendah karena scoliosis ku (legaaaaa….) jadi toleransi operasi di bidang pulmonologi sedang

Poli Anestesi jam 14.30

di poli dijelaskan anestesi/pembiusan jenis apa yang akan dilakukan untuk operasi scoliosis. Di sini juga ditanya tingkat ketakutanku untuk operasi, dari 100 % ketakutan yang ada aku merasa sekitar 40 % rasa takut yang ada dalam diriku.

26 Juni 2012 – 4 Juli 2012

Tanggal 26 Juni aku masuk rumah sakit. Mungkin karena ada pertimbangan tertentu dari dokternya untuk aku tidak melakukan exercise apapun sebelum operasi, jadinya kerjaanku cuma duduk tidur makan dll. Yah menikmati masa-masa sebelum dioperasi dan memperbanyak konsumsi protein tinggi seperti yang disarankan Bu Trie agar luka bekas operasi cepat sembuh.

5-9 Juli 2012

Tanggal 5 Juli pagi sekitar jam 8 aku ke ruangan operasi, di situ ganti baju. Dan setelah itu masuk ruangan operasinya…selesai operasi jam 2..setelah sadar sudah di ICU….HB turun jadi 6 dan harus transfusi darah. Malamnya di ICU di rontgen dan dokter bilang paru-paruku yang sebelah kanan mengecil (karena sinusitis) jadi harus dioperasi kecil untuk memasukkan selang agar cairan yang ada di paru-paru keluar.. Aku juga pakai alat bantu pernafasan yang bikin tenggorokan sakiiiittt. Selama 5 hari di ICU dr. Rahyussalim selalu memantau keadaanku dan pernah beliau jauh-jauh dari Bandung untuk melihat keadaanku. Seorang dokter spesialis spine yang sangat kubanggakan.

Tanggal 9 Juli

Senin pagi alat bantu pernafasan dibuka dan langsung diberikan oksigen. Siangnya aku sudah makan nasi dan sore dibawa ke ruang perawatan.

13 Juli 2012

Morfin (penghilang rasa sakit) dicabut. Malamnya mulai meringis kesakitan. Yang sakit itu cuma tubuh bagian kiri mulai dari punggung sampai paha. Tapi yang paling sakit itu pinggang sampai pinggul. Awalnya benar-benar gak kuat untuk duduk 2 menit aja. Muka sampai pucat karna nahan sakit di pinggang dan pinggul kiri. Karna udah gak betah tiduran terus dan gak mau ngerasain sakit terus kuhubungi dr. Rahyussalim untuk bertanya kenapa pinggang dan pinggul ini sakit sekali. Tidak lama setelah itu dr. Rahyussalim datang ke ruang perawatan. Aku benar-benar salut dengan dr. Rahyussalim yang sangat respect dan punya tanggung jawab yang besar terhadap pasiennya. Dr. Rahyussalim visit aku ke ruangan untuk memberikanku semangat dan akhirnya aku bisa jalan..Alhamdulillah

19 Juli 2012

Pulang ke rumah….masih di dorong dengan tempat tidur karna pinggang dan pinggul masih sakit yang membuatku tidak bisa lama untuk duduk atau jalan.

Karna waktu 5 hari di ICU di luar prediksi, biaya yang telah disepakati sebelum operasi jadi banyak terpakai untuk obat dan darah, aku konsul ke Bu Trie bagaimana jalan keluarnya. Akhirnya Orang Tuaku mengurus Jamkesmas ke Kemenkes RI. Semua data-data yang diminta Kemenkes RI sebagai persyaratan pembuatan Jamkesmas dipenuhi oleh Orang Tuaku. Dan setelah menunggu dalam waktu yang tidak terlalu lama Jamkesmas selesai dan akhirnya aku tidak membayar sedikitpun total tagihan di rumah sakit. Alhamdulillah ya Allah..ternyata Pemerintah dan Institusi Kesehatan di Indonesia sangat perhatian kepada warganya yang memang benar-benar tidak mampu untuk membiayai pengobatan yang begitu besar.

23 Juli 2012

Kontrol pertama sekaligus buka jahitan…masih di dorong dengan tempat tidur…Dokter bilang aku sudah boleh pulang ke Padang dan kontrol selanjutnya di Padang dan masalah pinggang dan pinggul yang sakit di terapi..

24 Juli 2012

Fisiotherapy pertama…pakai kursi roda…yang keluar dari mulut cuma adaauuwwwwww sakiiiiiiittttt

27 Juli 2012

Fisiotherapy kedua…masih pakai kursi roda…masih dengan kata-kata adaauuuwwww sakiiiittt

31 Juli 2012

Fisiotherapy ketiga…masih pakai kursi roda…sudah ada peningkatan ke “aduuhh sakitt”

2 Agustus 2012

Fisiotherapy keempat…sudah bisa jalan dan mulut sudah bisa diemm waktu di terapi..ini terapi terakhir karna setelah terapi ini aku sudah bisa duduk lama dan jalan-jalan keliling komplek. Alhamdulillah Ya Allah….

Sebelum operasi derjat kelengkunganku menurut hasil rontgen sudut lipmann cob sebesar 59 derjat untuk yang di atas dan di bawah sebesar 38 derjat. Setelah operasi yang di atas menjadi 35 derjat..1 bulan pasca operasi aku sudah bisa ke kamar mandi sendiri, mandi sendiri, pakai baju sendiri…

Alhamdulillahirabbil ‘alamin kupanjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak kemudahan dalam hidupku serta tak lupa shalawat dan salam selalu tercurah untuk junjungan kita Nabi Muhammad SAW..amiennn

Kuhaturkan terima kasih untuk Orang Tuaku yang telah bersusah payah mengurusku dari lahir sampai sekarang dan semoga semua doa dan keinginan Orang Tuaku dikabulkan Allah SWT amiennn…

Teristimewa untuk “Tim Sukses”ku yaitu kakakku Ciun dan suaminya Bg Hen serta adik sepupuku Oiinnn dan suaminya….makasih yaaaaa karna tanpa “Tim Sukses”ku aku tidak akan “sukses”…hhaahahah. Semoga kita semua dilindungi oleh Allah SWT dan diberikan limpahan rezki yang banyak. Amin..amin..amin ya rabbal a’lamin.

Juga untuk keluarga besarku di Padang, Pariaman, Painan, Kep. Nias, Jambi, Palembang, Jakarta, Bogor, Tangerang (disediakan tempat untuk istirahat yang nyaman dan makanan yang bergizi..makasih Pak Jonathan) dan kakakku yang ada di Belanda…enaknya punya keluarga yang saling mendukung dan mendoakan di kala jauh dan dekat, di saat senang dan susah.

Terima kasihku juga untuk dokter, suster yang berada di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo) Jakarta :

1.dr. Rahyussalim, SpOT (K) Spine…seorang dokter spesialis yang sangat perhatian dan ramah kepada pasien, dan juga seorang dokter yang sangat kubanggakan yang punya tanggung jawab besar terhadap pasiennya..(makasih ya dok…hanya Allah SWT yang bisa membalas semua jasa dan kebaikan dokter kepada diah dan keluarga)

2.dr. Roni Eka Syahputra, SpOT…sama dengan dr. Rahyussalim, seorang dokter spesialis yang juga sangat kubanggakan..(makasih dokter, pengarahan dari dokter selama ini sangat berarti buat diah..Allah SWT yang akan membalas semua kebaikan dokter)

3.Bu Trie….makasih ya bu untuk semua arahan, saran, perhatian, dukungan, dan doa dari ibu untuk diah dan keluarga…semoga Ibu dan keluarga selalu dalam lindungan Allah SWT amiennn

4.Tim dari dr. Rahyussalim, SpOT (K) Spine : dr. Erika, dr. Astri, dr. Alam, dr. Syukri, dr. Pram, dr. Fenny

5.Dokter serta Suster yang di ICU yang tidak pernah tidur

6.Dokter serta Suster jaga yang ada di lantai 4 gedung A

7.Terima kasihku juga untuk pelayanan di RSCM…sebuah standar untuk pelayanan rumah sakit telah tercapai…patut di acungi jempol

 

juga untuk Ikhsan Mustafa yang telah menjengukku ke RS, Nilvia Hakim yang banyak memberikan saran, Ecii, Naya dan yang lainnya yang juga kumintai pendapat…makasih ya untuk semua saran nya 🙂

Terakhir rasa terima kasihku untuk semua orang yang mendoakanku…berkat doa dari mereka yang mendoakanku Engkau berkenan menyembuhkanku Ya Allah Amieen….

Pesanku untuk sesama scolioser jangan takut untuk melakukan operasi tetap semangat dan jangan lupa bagi yang muslim untuk sholat, sholat sunat, berdoa dan rajin sedekah agar Allah SWT menunjukkan jalan dan memberikan pertolongan untuk kita amiennn

 

Disalin dari : https://www.facebook.com/notes/rahyus-salim/biaya-besar-operasi-skoliosis-itu-akhirnya-semua-ditanggungg-kementrian-kesehata/10151129877898599

Categories : Saya dan pasien

2 thoughts on ““Biaya besar operasi skoliosis itu akhirnya semua ditanggungg Kementrian Kesehatan RI” seperti yang ditulis Diah”

  1. Halo salam kenal,skrg keadaan kamu gmn?apa ada efek stlh sekian lama op skoliosis?adiku baru aja oprasi skoliosis.aku mau tau pnglman2 yg sdh op.biar nanti aku tau apa yg adeku rasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *