Pembiayaan oleh BPJS adakah manfaatnya bagi penderita?

“……. kenalkan saya Ijal…benarkah Anda dokter ahli tulang belakang yang beberapa tulisan Anda saya temukan di internet..” ujar seorang peserta rapat yang saya kebetulan ikut dalam pertemuan itu. Belum sempat saya menjawab lelaki yang bernama Ijal itu lalu melanjutkan. “……bapak saya yang pensiunan guru  sudah 3 hari ini tidak bisa berjalan karena nyeri di pinggang dan tungkai…. aktifitas beliau saat ini dikerjakan  diatas kursi roda dan….masih bisa berjalan namun sangat nyeri…”.

Ijal kemudian bercerita panjang lebar tentang bapaknya yang kurang lebih berusiah 67 tahun, sebelumnya aktif mengajar di sebuah kota di pulau Kalimantan. Sudah mencari pertolongan ke dokter spesialis dikatakan saraf kejepit dan dianjurkan operasi.  Langkah operasi tidak bisa diambil karena masalah biaya. Beliau tidak sanggup dengan jumlah biaya yang disebutkan oleh rumah sakit di daerah yang akan menyelenggarakan operasi.

Pertanyaan saya yang pertama saya ajukan pada Ijal adalah apakah penderita terdaftar sebagai peserta BPJS dan kenapa tidak menggunakan fasilitas BPJS lalu dijawab dengan keluh kesah yang buat saya tidak menarik untuk dibahas. Karena keluh kesah itu biasanya berujung pada sikap saling menyalahkan pada beberapa pihak yang saya selalu mencoba menghindari sikap saling menyalahkan itu.

Kemudian saya meminta waktu dan ingin mempelajari kasus ayahanda Pak Ijal yang kebetulan pertemuan itu adalah pertemuan pertama kali. Saya pun mengenal Ijal sebagai sesama dosen juga pada kesempatan itu.

Melalui email akhirnya komunikasi dengan Ijal, dengan bapaknya terjadi. Saya melakukan anamnesis melalui media elektronik, pemeriksaan fisik terbatas saya peroleh dengan foto yang dikirim lewat e mail. Demikian pula berbagai hasil pemeriksaan baik rontgen, MRI, EMG dan beberapa pemeriksaan lainnya dikirimkan ke saya melalui e mail.

Akhirnya saya dapat menyimpulkan bahwa Ayahandanya Ijal menderita suatu penyempitan di daerah lumbal sebanyak 2 level dan sudah terjadi blokade total didaerah sarafnya. Keluhan yang dirasakan sesuai dengan gambaran MRI yang dikirimkan. Dan saya meyakini bahwa apabila blokade ini dibebaskan maka penderitaan pasien dapat diatasi.

Selanjutnya saya mencoba menanyakan ke rumah sakit non pemerintah tempat saya bekerja paruh waktu (karena waiting list di RSCM sangat banyak)  apakah mereka menerima pelayanan penyakit tulang belakang yang dibiayai BPJS.  Dan apakah mereka berkoordinasi dengan rumah sakit di daerah Kalimantan? Sungguh diluar dugaan saya ternyata jawaban pihak rumah sakit bisa. Betul betul saya tidak percaya ternyata bisa dan bisa….

“….Alhamdulillah dok… saya sudah bisa berjalan kembali tanpa nyeri… hari ini saya mohon pamit kembali ke Kalimantan…” Ayahandanya Ijal dengan wajah gembira mengutarakan kemajuan kesehatannya kepada saya di poliklinik orthopaedi satu minggu setelah pulang rawat dari rumah sakit. Selama 3 minggu di Jakarta beliau menghabiskan waktu kurang lebih 10 hari  di rumah sakit dan kurang lebih 10 hari di rumah anaknya menginap.

“…saya tidak sepeserpun dimintai oleh rumah sakit dalam pembiayaan operasi tulang belakang saya. Semuanya ditanggung oleh BPJS…” demikian ayahandanya Ijal menambahkan. “…Saya merasakan pelayanan yang luar biasa dan berterima kasih kepada pemerintah dengan layanan BPJS nya….” panjang lebar bapak itu bercerita dan memuji BPJS yang saya amini dengan mengangguk angguk setuju.

Ijal dan keluarganya kemudian berpamitan dengan saya di poliklinik itu. Saya turut merasakan betapa hari ini saya bisa berbagi atas sebuah kesulitan seseorang dan kemudian ia memperoleh. Saya tau bahwa ini belum seberapa. Masih banyak kasus lain yang mirip namun tidak bisa terselesaikan dengan baik.

Bagi saya ini adalah cermin bahwa sesungguhnya BPJS bagaimanapun bermanfaat bagi masyarakat berduit kurang… tinggal kita para petugas kesehatan berbenah lalu mau berbagi membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan.

Terima kasih buat para dokter dan para manajaemen rumah sakit yang membantu proses administrasi BPJS sehingga rujukan dapat  berjalan dengan baik sampai di Jakarta.

rahyussalim

 

 

Categories : Uncategorized

27 thoughts on “Pembiayaan oleh BPJS adakah manfaatnya bagi penderita?”

  1. Mashaa Allah. Sepertinya ayah saya mengalami hal yg sama. Syataf kejepit di bagian tulang belakang dan mengalami kesulitan berjalan selama 7 tahun. Mau kah dokter berbagi email dgn saya supaya saya bs menujukkan photo rontgent ayah saya? Boleh kah saya tau apa nama rumah sakit di kalimantan tsb sehingga ayahanda ijal bs sembuh? Mohon bantuan nya dokter. Saya ingin ayah saya sembuh seperti ayah ijal. Trims

  2. Malam, dokter. Saya mau tanya ini mengenai kasus patah tulang belakang torakhal, 4,5,6 (dislocasi) dan sudah di operasi pemasangan pen, tapi sampai sekarang dari dada sampai kaki belum terasa,, dan untuk selanjutnya pengobatan apa yg bisa, menyembuhkan, apa dg terapi stem cell /yang lain? , Trimakasih dokter

    1. iya… therapy stem cell…satu2nya harapan. Ingat bahwa operasi itu hanyalah manuver mekanik. Tidak dapat mengatasi masalah biologik

  3. Selamat malam, dokter, rahyussalim. Kasus Sci akibat dari patah tulang belakang, apakah bisa, pulih. Yg mana sampai sekarang dari dada sampai kaki belum terasa, dg metode apa, bisa pulih lagi sperti semula

  4. Sore dok,,saya anggreini wulansari,penderita skoliosis dg sudut pembengkokan 73°…akhir” sy sering merasakan sesak dan nyeri dipunggung,,,saya sudah dirujuk ke RS.Sutomo jatim..untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,,saya hanya bisa berharap kesembuhan saya dengan biaya dr bpjs,,krna saya tidak mempunyai biaya sndri untuk operasi.apakah ada harapan dok buat kesembuhan saya??terimah kasih.

    1. Jangan mengandalkan bpjs. Sebaiknya cari pihak ketiga yang mau membantu. Saya pikir banyak pihak ketiga yang mau bantu..mudah2an segera menemukan pihak ketiga yang mau bantu..

  5. Selamat malam dok saya naniek. Saya mau minta bantuan dokter.
    Kakak saya peserta bpjs tapi saat ini dirawat di rs non BPJS karena waktu masuk UGD di Rs yg bisa BPJS kakak saya disuruh pulang dan tidak bisa di rawat di rs tsb. .dan disuruh pulang rawat jalan ,padahal kondisi kakak saya seperti itu.akhirnya kita putuskan ke rs no BPJS. Kata dokter yg merawat kakak saya harus menjalani operasi tulang belakang karena tulang belakang kakak saya keropos karen kenaTB. biaya oprasi di rs non BPJs sangat mahal..dimana dokter spesialis bedah tulang belakang yang bisa melayani oprasi tulang belakang dengan menggunakan BPJS. Terima kasih

      1. Maaf mau tanya dokter,
        Apakah penyakit HNP/ Saraf kejepit bisa dilakukan dengan metode Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD) di RS Hermina Daan Mogot? Apakah bisa menggunakan bpjs dokter?
        Terimakasih dokter..

  6. Dokter yang baik…
    Perkenalkan saya Mimi… dan adik saya jefri sudah 4 bulan ini adik saya sakit HNP. skrg kondisinya sudah sulit jalan dan sesak napas krn nyeri sangat… saya baca literatur ini dan beberapa literatur krn rs yg bisa BPJS untuk operasi HNP.
    Dokter.. mohon bantuannya dokter… saya harus ketemu dokter di RS apa dan jam berapa untuk bawa adik saya berobat.
    Kondisi saya saat ini sudah banyak hutang dan tidak ada biaya dok… sedih lihat kondisi adik saya.

    1. Mimi yth,
      Silakan datang ke rs hermina daan mogot hari sabtu pukul 7.00 pagi. Mudah2an bisa membantu.

      Rahyussalim

  7. Selamat sore dokter

    ibu saya usia 78 tahun, syaraf kejepit bagian leher. sudah fisiotheraphy namun tidak ada hasilnya. Apakah tindakan operasi disarankan di usia beliau?

    terimakasih dokter

    1. Lina yth
      Operasi dapat dikerjakan pada usia tua bahkan lebih dari 100 tahun. Yang paling penting dilakukan saat ini adalah bagaimana dilakukan persiapan pra operasi yang dapat mengontrol segala kemungkinan yang terjadi selama operasi.
      Jadi saya pikir perencanaan sebelum operasi menjadi penting. Tindakan operasi masih mungkin dilakukan sejauh persiapan cukup dan aman dilakukan berdasarkan pemeriksaan perioperatif.

      Rahyussalim

  8. Selamat Siang Dok
    Mohon bantuan dan informasinya..
    ayah saya menderita Prostat dan sudah 2 tahun lalu di operasi namun kata dokter yang menangani waktu itu, ayah saya harus di suntik apa gitu.. untuk memastikan apakah prostat nya galak apa tidak.
    tapi ayah saya tidak menurutinya. yang pada akhirnya awalnya tulang belakangnya terasa nyerii bangget akhirnya ayah saya kembali konsul ke dokter yang menanganinya. katanya ada penyempitan di tulang saraf belakangnya. apakah itu pengaruh dari operasi prostatnya hingga menyebar ke tulang belakang?? dan sampai saat ini ayah saya lumpuh total dari pinggang sampai kakinya..
    yang ingin saya tanyakan apakah ada harapan untuk ayah saya dapat pulih kakinya seperti semula.
    mohon info rumah sakit mana yang bisa menangani kasus tersebut. saya berada di daerah cirebon.
    atas saran dan informasi sebelumnya saya ucapkan terima kasih..

    1. Rohma yth,
      Terima kasih atas pertanyaannya. Saya prihatin atas kejadian yang menimpa ayah saudara. Yang perlu kita pastikan adalah apa penyebab kelumpuhannya. Tergantung penyebabnya saya pikir kelumpuhan bila diobati dengan baik dan tepat maka biasanya kelumpuhan dapat diatasi dengan baik.
      Silakan datang ke RSCM untuk dapat ditatalaksana dengan baik.

      Rahyussalim

  9. Selamat Siang Dok
    Mohon bantuan dan informasinya..
    apakah ada rs yang menangani penyakit ayah saya yang BPJS?
    apakah MRI ditanggung sepenuhnya oleh BPJS?

    1. Rohma yth,
      Silakan datangi rumah sakit sesuai petunjuk BPJS. Seharusnya MRI ditanggung BPJS.

      Rahyussalim

  10. Saya terkena hnp sudah susah bwt berjalan apakah dokter bisa membantu saya saya mempunyai kartu bpjs pernah saya di rujuk k rmh sakit dari paskes 1 tp d tolak di rs

    1. Kobul yth,
      Kami tidak dapat membantu pengurusan BPJS. Saya pikir bapak bisa datangi kantor BPJS dan mengutarakan keinginan bapak.
      Bila bapak tidak keberatan silakan datang ke rs Hermina daan mogot. Bila sakitnya sangat mengganggu sebaiknya datang ke instalasi gawat darurat dan silakan hubungi saya bila bapak sudah di ruang IGD.
      Mudah2an bisa membantu bapak.

      Rahyussalim

  11. Pagi dokter. Saya mau minta bantuan dokter. Ibu saya juga kena syaraf kejepit. Sudah terapi dan MRI di rscm (pake BPJS). Sudah terapi berbagai pengobatan alternatif juga, tapi belum kunjung sembuh. Ibu saya takut operasi khawatir gagal dan jadi lumpuh. Padahal saat ini ibu jalannya sudah susah dan postur tubuhnya sudah berubah. Saya mau minta saran dokter demi kesembuhan ibu saya . Terimakasih

    1. Mala hayati yth,
      Saya prihatin dengan kejadian yang Ibu anda alami. Menurut pendapat saya bila memang pilihan operasi yang terbaik maka yang perlu diyakinkan adalah bagaimana ibu anda bisa menerima usulan operasi tersebut.
      Bila tidak keberatan silakan datangi saya di RSCM.

      Rahyussalim

  12. Pagi dok..saya syifa dr garut. Saya sdah hmpir 1 blan lebih sakit luar biasa d bagian betis, sya sdah mnjalani perawatan slma dua kali d RS. D grut dan d tangani oleh dokter spesialis saraf. Dari hasil rotgen katanya saya mnderita saraf kejepit. Sdh 2 minggu sya mnjalani pengobatan tp ttp blm brkurang sakitnya mlah semakin nyeri. Dokter mnyuruh untuk MRI d bandung stelah lebaran. Rasany saya tidak kuat jka harus menahan sakit selama itu hny untuk d MRI, blm lgi kmungkinan stlah MRI jk hslny krng baik hrs d lkukan tndakan operasi katanya. Prtnyaan sya jk sya akhrny mmang hrus operasi, apakh ada penanganan lain selain operasi untuk kasus sperti saya? Dan apakah biayanya bisa di tanggung BPJS?

    1. Syfa yth
      Pertama tentu kita harus yakin apakah betul bahwa gejala yang timbul akibat saraf terjepit.
      Bila iya maka upaya penatalaksanaan yang paling tepat adalah membebaskan saraf tersebut dari jepitan. Ada banyak prosedur yang bisa dilakukan.
      Ya betul…di sebagian rumah sakit bpjs dapat membiayainya

      Rahyussalim

  13. Yth

    Doc saya berusan MRI dan terkenea di Lumbar4 5 dan kaki kiri saya sangat nyeri apabila dibawa jalan atau berdiri. Pertanyaan saya apakah BPJS bisa menanggung apabila saya mau Operasi menggunakan metode PELD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *